Agar Usaha / Pekerjaan Mendapatkan Keberkahan

*بسم الله الرحمن الرحيم*

*_5 Hal Agar Usaha/Pekerjaan Kita Menuai Berkah_*

Setiap manusia dlm pekerjaannya bermacam-macam profesi.
TIDAK sedikit dari kita yang bekerja 7 jam, 12 jam, 24 jam. Bahkan ada yang menghabiskan umurnya untuk usaha.

Namun begitu, umumnya kita masih mengalami disorientasi dalam bekerja, bertujuan memperoleh hasil sebanyak-banyaknya, bukan seberkah-berkahnya ?

Nah, 5 tips dari Abul Layts as-Samarqandi ini penting untuk kita ketahui agar usaha kita berkah:

*_1.Tidak mengakhirkan dan mengurangi sedikitpun kewajiban ibadah kepada Allah demi pekerjaan._*

Nah, karenanya, sesibuk-sibuk kita bekerja dan mengejar target, usahakan untuk tidak meninggalkan salat tepat waktu, di masjid dan berjamaah. Meninggalkan salat wajib seolah sepele, tapi nyatanya dapat menghilangkan keberkahan pekerjaan kita. Akibatnya, sebanyak apapun rizki yang kita dapatkan tak pernah membuat kita puas dan bahagia.

*_2. Tidak menyakiti pihak lain demi pekerjaan._*

Bagi kita yang harus menjalin relasi yg baik dengan banyak pihak, jangan sampai kita menyakiti dan merugikan mereka dg ucapan, tindakan, atau tdk amanah. Meski mungkin suatu saat kita merasa aman, tapi di saat yang lain kita pasti akan menyadari hal itu sangat merugikan kita.

*_3. Usaha yang dikerjakan diniati untuk mencari ridho-Nya, menjaga kehormatan diri dan keluarga, bukan menumpuk-numpuk harta._*

Acapkali kemudahan-kemudahan yang Allah berikan kepada kita dalam bekerja justru membuat kita lupa tujuan. Kita menjadi tamak, tak puas-puas, menimbun dan menghimpun kemewahan. Padahal tujuan mendasar dari bekerja adalah untuk mencari ridho-Nya serta menjaga kehormatan diri dan keluarga agar tidak meminta-minta dan menjadi beban orang lain, selain turut membantu memberikan hak sebagian mereka yang membutuhkannya.

*_4. Tidak memaksakan diri bekerja di luar kemampuan._*

Kerja keras baik. Tetapi jika melampaui kemampuan dan kodrat justru bisa fatal. Ingat, Allah tak pernah membebani hamba-Nya di luar kemampuannya. Malah kita yang membuat over beban untuk diri kita sendiri? Ingat juga, bahwa sekeras apapun kita bekerja, belum tentu menambah takaran jatah rezeki kita yang telah ditentukan-Nya. Jadi, kerja keras juga harus cerdas!

*_5. Tidak meyakini bahwa rezekinya berasal dari usahanya, tapi berasal dari Allah Ta’ala._*

Ini soal akidah. Allah Ar-Razzaq, Maha Pemberi rezeki. Karena Allah-lah Maha Pemberi rezeki, maka kita tidak boleh merasa, meyakini dan mengklaim diri kita bisa mendatangkan rezeki sendiri. Pekerjaan kita hanyalah usaha, sebab dan perantara.

Bukan yang kuasa mendatangkan apa-apa. Karena Allah-lah Maha Pemberi rezeki, maka tak ada alasan bagi kita untuk pesimis dan berkecil hati saat usaha kita terbatas. Kita harus tetap optimis, husnuzan kepada Yang Maha Pemberi rezeki. Ingat, keterbatasan usaha kita selamanya takkana membatasi Allah untuk mengaruniakan rezeki-Nya.

Wallahu’alam
Selamat Bekerja/Usaha Smg Allah limpahkan Keberkahan.

Aamiin..

_Semoga bermanfaat_

🌎 Http://www.Baitulmalfkam.com