Aplikasi STIFIn dibidang Kesehatan

Aplikasi STIFIn dibidang Kesehatan
Secara konsep bisa merujuk pada berbagai bidang kehidupan..

STIFIn tidak sekedar tes bakat minat biasa, tetapi juga mampu memberikan rujukan terhadap bidang-bidang yang lain.

Secara tematik ada STIFIn Learning, STIFIn Parenting, STIFIn Profession, STIFIn Bisnis, STIFIn Leadership, STIFIn Couple, STIFIn Health, STIFIn Tahfidz, dan masih banyak yang lain..

Alhamdulillah, rujukannya tidak jauh-jauh dari Al Qur’an dan Hadits.

Berikut tulisan konsep STIFIn dalam kaitan bidang STIFIn Health.. 👇👇👇
Hampir semua penyakit berat ternyata lebih banyak disebabkan oleh gangguan psikis (psikosomatis).

1. Kecemasan yg berlebihan dan kesedihan yang berlarut-larut berpotensi menyebabkan produksi asam lambung meningkat yg berakibat pada masalah pencernaan yg akut –Sensing

2. Terlalu banyak curiga dan defensif yg berlebihan berpotensi menyebabkan fungsi kerja ginjal melemah yg akibatnya mudah terkena masalah pada ginjalnya –Thinking

3. Ambisi berlebihan dan daya khayal melangit yg terlalu dipikirkan berpotensi menyebabkan gangguan fungsi hati atau liver –Intuiting

4. Mudah tersinggung dan menyimpan dendam berpotensi mengganggu stabilitas kerja paru-paru yg mengakibatkan daya kerja paru-paru melemah –Feeling

5. Terlalu mengumbar amarah dan kebingungan berpotensi menyebabkan kerja jantung yg tidak stabil dan mengakibatkan gangguan fungsi jantung. –Insting

Definisi
Penyakit Psikosomatis adalah penyakit yg disebabkan “Penyakit yang seratus persen dibikin sendiri, akibat selalu BERPIKIR NEGATIF!”

Psikomatis sendiri adalah penyakit gangguan kejiwaan yg menyebabkan bbrp fungsi organ utama tubuhnya terganggu dan menderita sakit.

Dalam kaidah Umum penyakit ini sembuh bila kita melakukan self healing atau dengan cara meningkatkan sisi spiritual

Bagaimana kaidah STIFIn menangani psikomatis ini?

SENSING
Tingkatkan frekuensi ibadah, untuk mengurangi ketakutan akan berkurangnya harta.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah swt senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar“. (Al-Baqarah: 152-153).

THINKING
Buang kesombongan yang menjadi penyebab kekhawatiran tahta terenggut oleh orang lain. Perbanyak
lakukan Introspeksi diri dan bertaubat.

”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi no. 3540. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At Tahrim: 8)
INTUITING
Buang Egoisme diri yang menjadi tinggi hati dan merasa karena ide2 brilian yg dibuat dan menjadi cemas ide2nya diambil orang. Perbanyak puasa Daud.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Nabi Muhammad SAW bersabda “Tidak ada puasa yang lebih utama dari puasa Dawud, yaitu puasa setengah tahun, yakni, puasa sehari dan berbuka sehari.” [Shahih Muslim, 1971]

FEELING
Perbaiki kualitas keimanan kepada Allah agar tdak merasakan kesedihan berlebihan sehingga muncul rasa ingin dikasihani oleh orang lain. Buang kebiasaan menyalahkan orang lain. Sebaliknya, berbagi sebanyak banyaknya agar mendapatkan ketenangan jiwa. Perbanyak Dzikir.

“Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Sebaik-baik pengobatan adalah (dengan) Al-Qur’an.” (H. R. Ibnu Majah).

Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS.Ar Ra’d : 28)

INSTING
Tingkatkan keimanan, perbanyak bersyukur agar hati damai. Bersegeralah bersahabat dengan orang-orang Sholeh/sholehah.

“Hai manusia!Telah datang nasihat dari Tuhanmu sekaligus sebagai obat bagi hati yang sakit ,petunjuk serta rahmat bagi yang beriman.” (QS.Yuunus : 57)

Semoga bermanfaat