Berpuasa Tapi Meninggalkan Sholat

Berpuasa Tapi Meninggalkan Sholat

Berpuasa Tetapi Meninggalkan Sholat

šŸŒ·Barangsiapa berpuasa tapi meninggalkan sholat, berarti ia meninggalkan rukun terpenting dari rukun-rukun Islam setelah tauhid. Puasanya sama sekali tidak bermanfaat baginya, selama ia meninggalkan sholat. Sebab sholat adalah tiang agama, di atasnyalah agama tegak. Dan orang yang meninggalkan sholat hukumnya adalah kafir. Orang kafir tidak diterima amalnya. Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda : “Perjanjian antara kami dan mereka adalah sholat, barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir. ”
(HR. Ahmad)

Jabir radhiAllohu ‘anhu meriwayatkan, Rasululloh shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda: (Batas) antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

šŸŒ·Tentang keputusan-Nya terhadap orang-orang kafir, Alloh berfirman : “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. “(Al-Furqaan: 23).

Demikian pula halnya dengan meninggalkan sholat berjamaah atau mengakhirkan sholat dari waktunya. Perbuatan tersebut merupakan maksiat dan dikenai ancaman yang keras.

Alloh Ta’ala berfirman: “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya. ” (Al-Maa’un: 4-5).

Berpuasa Tapi Meninggalkan Sholat

šŸŒ·Catatan Penting:
Setiap muslim wajib berpuasa karena iman dan mengharap pahala Alloh, tidak karena riya’ (agar dilihat orang), sum’ah (agar didengar orang), ikut-ikutan orang, toleransi kepada keluarga atau masyarakat tempat ia tinggal.

Jadi, yang memotivasi dan mendorongnya berpuasa hendaklah karena imannya bahwa Alloh mewajibkan puasa tersebut atasnya, serta karena mengharapkan pahala di sisi Alloh dengan puasanya.

Demikian pula halnya dengan Qiyam Ramadhan (sholat malam/tarawih), ia wajib menjalankannya karena iman dan mengharap pahala Alloh, tidak karena sebab lain. Karena itu Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Alloh, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, barangsiapa melakukan sholat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Alloh, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan barangsiapa melakukan sholat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Alloh, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”
(Muttafaq ‘Alaih).