Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus

DIABETES MELLITUS
Oleh: dr. Rita Amini

Apakah DIABETES MELLITUS itu?
DIABETES MELITUS (DM) atau yang dikenal dengan KENCING MANIS adalah keadaan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemi kronis) disertai dengan kelainan lain yang disebabkan oleh gangguan hormonal (Insulin). Adapun hormon insulin sendiri dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu penyerapan gula (glukosa) dari usus dan kemudian disimpan di hati.

DM dapat diderita baik oleh dewasa maupun anak. Namun demikian terdapat kelompok yang beresiko tinggi untuk menderita DM, yaitu: Dewasa tua > 40 tahun, Obesitas, penderita Tekanan darah tinggi, Riwayat keluarga DM, Riwayat kehamilan dengan berat badab bayi > 4 kg, Riwayat DM pada kehamilan dan Dislipidemia (ketidak seimbangan kadar lemak dalam darah).

Apa sajakah gejala DIABETES MELLITUS?

DM memiliki gejala khas berupa :
– Banyak makan (polifagi)
– Banyak buang air kecil (poliuri)
– Banyak minum (polidipsi)
– lemas dan berat badan menurun

Adapun gejala lain yang mungkin dikeluhkan adalah kesemutan/baal, gatal/bisul/luka yang tidak sembuh-sembuh, mata kabur, impotensi pada pria, gatal pada daerah vagina ataupun keputihan.
Dalam jangka waktu lama, penderita DM dapat mengalami komplikasi berupa Koma, neuropati diabetic, diabetic foot, dan rentan terhadap infeksi (gusi berdarah, ISK, TB paru).

Bagi kelompok yang beresiko tinggi maupun pembaca yang merasakan gejala khas DM, maka dianjurkan untuk melakukan Pemeriksaaan penyaring berupa pemeriksaan Gula Darah Sewaktu dan Gula Darah Puasa. Dikatakan menderita DM bila Gula Darah Sewaktu > 200 mg/dl dan Gula darah puasa > 120 mg/dl.
Untuk kelompok resiko tinggi yang hasilnya negatif, maka pemeriksaan sebaiknya diulang setiap tahun, sementara untuk usia > 45 tahun tanpa faktor resiko maka pemeriksaan diulang tiap 3 tahun.

Apa yang harus dilakukan penderita DIABETES MELLITUS?
Tujuan jangka pendek adalah menghilangkan keluhan / gejala, sementara tujuan jangka panjang adalah mencegah timbulnya komplikasi.

Adapun cara menormalkan kadar gula, lemak dan insulin berupa:

1. Perencanaan makanan ( meal planning)
Standar yang dilanjutkan adalah santapan dengan komposisi seimbang berupa karbohidrat 60%-70%, protein 10-15% dan lemak 20-25%.
2. Latihan jasmani
Dianjurkan latihan jasmani teratur 3-4x/minggu selama ┬▒30 menit, yang bersifat Continues, Rhytmical, Interval, progressive dan endurance training. Latihan yang dapat dijadikan pilihan : jalan kaki, jogging, renang, bersepeda dan mendayung.
3. Obat

Jika pasien telah melakukan pengaturan makanan dan kegiatan jasmani yang teratur tapi kadar glukosa darah masih belum baik, maka hubungi dokter guna pemakaian obat untuk DM.

Pada penderita DM, hal yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan timbulnya Hipoglikemi.

Hipoglikemi  terjadi karena ketidak-mampuan tubuh untuk memproduksi glukosa akibat penurunan bahan pembentuk glukosa, penyakit hati ataupun ketidak seimbangan hormonal ( insulin). Adapun gejalanya terbagi menjadi 2 fase. Fase I berupa gemetaran, keluar banyak keringat, tremor, jantung berdebar dan rasa lapar. Pada fase ini pasien masih sadar sehingga dapat mengambil tindakan. Tindakan yang dianjurkan adalah meminum larutan gula 10-30 mg atau makan permen. Fase II berupa pusing, pandangan kabur, penurunan kesadaran, kejang dan koma. Bila mengalami ini, bawalah segera kerumah sakit untuk diberikan pertolongan.