Kisah Empat Ekor Kera

Kisah Empat Ekor Kera

Di sebuah universitas ternama di Amerika, pernah dilakukan penelitian pada kera.

Di sebuah kandang yg besar, ditempatkan 4 ekor kera. Sebut saja kera A, kera B, kera C dan kera D. Di tengah kandang ada tiang kayu yang diatasnya ada setandan pisang matang. Melihat pisang, keempatnya berebutan memanjat tiang tadi untuk meraih pisang. Belum sampai teraih, seorang staff peneliti menyemprot air dingin ke tubuh kera tadi. Merekapun berloncatan turun karena mereka tidak suka air. Apalagi air sedingin itu.

Begitulah, setiap kali ada kera yang naik akan mengambil pisang, disemprot dari atas. Akhirnya mereka tidak ada yg berani naik mengambil pisang meskipun lapar.

Setelah itu peneliti mengeluarkan kera A dan memasukkan kera E yang berasal dari kawanan yang sama. Melihat pisang, si E langsung berusaha memanjat tiang. Anehnya, kera B, C dan D menarik narik kaki kera E dan melarangnya naik. Setiap kali kera E mau memanjat, dia dilarang oleh ke tiga kera tadi. Akhirnya kera E tidak berani memanjat tiang dan berkumoul dg ke 3 kera yg lain. Kemudian kera B diambil dan diganti kera baru yg masih satu kawanan yaitu F. Peristiwa yg sama terjadi, F berusaha mengambil pisang tapi ditarik oleh ke 3 kera lain termasuk E. Sampai akhirnya F juga tidak berani naik.

Begitu seterusnya, satu persatu kera lama diambil dan diganti kera baru. Bahkan ketika kera ke 8 yaitu H masuk dan berusaha naik, kera E, F dan G melarangnya naik. Padahal ke tiga kera itu tidak pernah mengalami disemprot air ketika mengambil pisang.

Itulah yang kebanyakan kita alami. Kita yg tidak tahu apa apa tentang suatu bisnis, tidak berani atau mau melakukan bisnis karena mendapat cerita dari orang lain. Ternyata orang yg cerita tadi juga hanya kulakan cerita dari orang lain. Ditambah dengan imajinasinya akhirnya bertambah seru.

Sewaktu sy dinas di Puskesmas Kerek kab Tuban tahun 1980 an, ada pamong desa yg menawarkan sapi dan meminta sy membeli sapinya tetapi nanti dia yg memelihara dg sistem bagi hasil.

Tetapi bapak saya sudah mewanti wanti saya utk tidak melakukan kerjasama memelihara sapi dengan orang. Kita nanti akan ditipu, sapinya ditukar, dikatakan mati dsb. Sedang kita ini tidak tegaan untuk mengurus kebenarannya. Akhirnya saya tidak berani berinvestasi di sapi. Padahal kesempatan harusnya banyak. Setiap bulan beli sapi 1 mestinya bisa. Bayangkan kalau itu berjalan puluhan tahun whooa, mestinya saya sdh punya ratusan sapi dan freedom sejak dulu.

Saya mulai investasi sapi di Lumajang dan Tengger baru beberapa tahun ini. Setelah mempelajari bahwa apa yg dikhawatirkan bapak saya itu sulit terjadi. Di desa itu setiap orang tahu siapa memelihara sapinya siapa. Saya saja tidak tahu sapi saya dipelihara siapa saja. Orang lain malah tahu. Dan mereka tidak suka jika ada yg kemudian curang.

Selama bertahun tahun, saya, bapak dan embah saya itu seperti kera kera itu. Tidak pernah investasi sapi tetapi melarang orang lain investasi. Menularkan ketakutan kita pada orang lain.

Jadi, kalau Anda suatu saat merasa takut untuk menjalankan suatu bisnis. Ingatlah bahwa ketakutan dan ketidak sukaan Anda akan sesuatu itu mungkin karena me dapat informasi dari orang lain yang juga tidak pernah menjalankan tapi cuma mendengar dari orang lain lagi.