LOA Imajinasi Dan Rasakan

LOA Imajinasi Dan Rasakan

Mungkin Anda pernah mengalami hal ini. Sudah menuliskan afirmasi, sudah membaca afirmasi, sudah menulis dan menempel gambar di dinding, membuat buku impian. Tetapi mengapa tidak terjadi apa apa ?? Apakah Law Of Attraction itu hanya kebohongan belaka ?

Jawabannya tentu tidak. Law of Attraction sudah sangat terbukti, hanya penerapannya saja yang Anda mungkin keliru. Ucapan (afirmasi), tulisan, gambar dan sebagainya yang ditempel itu *hanyalah alat bantu*. Kekuatan sebenarnya ada pada IMAJINASI ANDA. Apa yang Anda pikir, bayangkan dan rasakan ketika membaca tulisan itu atau melihat gambar itu ? Bukan kata katanya yang penting, bukan susunan kalimatnya yang penting, bukan bahasanya yang penting, tetapi *gambaran atau bayangan apa yang ada di pikiran Anda dan yang Anda rasakan saat mengucapkan*. Itu yang penting !!

Lewis Caroll (1832-1898) mengatakan bahwa _“imagination is the only weapon in the war against reality”_. Artinya, IMAJINASI ADALAH SATU SATUNYA SENJATA DALAM PERANG MELAWAN KENYATAAN. Secara ilmiah hal itu terbukti dengan adanya teori kuantum. Dimana pikiran dan perasaan kita itu adalah KUANTA, yaitu bahan dasar pembentuk semua yang ada di alam semesta ini. Yaitu manusia, hewan, tumbuhan, udara, air, api dan sebagainya. Sehingga ketika kita memikirkan atau membayangkan sesuatu, kita sedang menciptakan benda itu dengan kuanta. Tinggal alam yg akan mewujudkannya menjadi kenyataan.

Penelitian penelitian berikutnya menyatakan bahwa gelombang elektromagnetik dari jantung 5x lebih kuat dibanding otak. Jantung menunjukkan perasaan, sedang otak adalah pikiran. Sehingga yang akhirnya kita tarik ke dalam diri kita adalah apa yang kita pikir dan rasakan. *Jika Anda ingin menjadi orang kaya, maka berpikir dan merasalah Anda sudah kaya.* Bukan berusaha nampak kaya, dengan membeli dan memakai barang mewah yang mungkin belum waktunya Anda pakai. Jika Anda merasa sudah kaya, maka Anda tidak akan peduli dengan penampilan Anda. Dalam kondisi apapun Anda sudah merasa kaya. Itulah yang dilakukan oleh mereka yang akhirnya benar benar kaya. Mereka hidup sederhana (dibawah kemampuan keuangannya) karena memang sejak awal SUDAH MERASA KAYA.

Sebagian besar dari kita, merasa dirinya miskin, rendah diri, dan kemudian menutupinya dengan berpenampilan seolah olah orang kaya. Yang terjadi adalah mereka bertambah miskin, kesulitan uang dan menumpuk hutang. Seperti dalam topik kecerdasan finansial, orang yang hidupnya mewah belum tentu kaya, yang hidupnya sederhana belum tentu miskin. *Tetapi jika Anda hidup mewah dengan penghasilan aktif, maka Anda dipastikan miskin*. Itu tentu dalam tinjauan ilmu keuangan. Bukanu ilmu agama atau sosial, karena disana pemakaian kata miskin dihilangkan dan diganti dengan cukup. Secara keuangan, cukup artinya kekurangan uang yang dicukup cukupkan.

Mengerti mekanisme itu, akan sangat mempermudah hidup ini. Kita tinggal menuliskan kenyataan saat ini yang tidak kita inginkan. Kemudian MENULISKAN HAL HAL YANG KITA INGINKAN dan SETELAH ITU KITA IMAJINASIKAN. Sementara hal hal yang menjadi kenyataan yang tidak kita inginkan, kita lupakan atau ikhlaskan (dengan SEFT dsb). Hanya itu cara mengubah kehidupan !!!

Selama ini yang kita lakukan adalah sebaliknya, kita terus memikirkan dan mengimajinasikan kenyataan (yang tidak kita sukai) hari ini. Bahkan kita sudah mengimajinasikan hal hal yang tidak kita sukai, meskipun belum menjadi kenyataan pada diri kita. Coba lihat postingan postingan negatif tentang segala hal di dunia maya. Akibatnya, kenyataan itu berulang dan terus berulang dari hasil imajinasi kita. Karena bawah sadar kita sebenarnya tidak bisa membedakan apakah itu kenyataan atau imajinasi. Apapun yang kita pikirkan, imajinasikan, terutama yang kita rasakan akan dianggap sebagai kenyataan, dan itu akan menarik “kenyataan yang sebenarnya”.

Kalau Anda sempat memperhatikan lingkungan sekitar dan terus belajar seperti saya, mereka yang sering memposting hal hal negatif, baik di bidang politik, agama, ekonomi/keuangan maupun kesehatan, biasanya kaum elit alias ekonomi sulit

. Karena hal negatif akan menarik hal negatif berikutnya, dan hal paling negatif yang dirasakan orang adalah ketika dia tidak memiliki uang. Ditambah dengan program dasar pikiran kita yaitu bekerja keras mencari uang, maka klop sudah. Lingkaran tidak punya uang yang menyebabkan kita terus merasakan hal negatif akan berjalan. Anda hanya bisa memutuskan lingkaran setan itu dengan melakukan imajinasi positif dan tentu saja menghentikan gatal tangan Anda memposting hal negatif itu.

Supaya dalam berimajinasi kita konsisten dan tidak berubah ubah dan menjadi angan angan belaka, kita perlu dibantu dengan tulisan, gambar, afirmasi, dan sebagainya. Jika kita mengeluh tentang sesuatu, STOP MENGELUH !! Rumuskan atau TULISKAN APA YANG SEBENARNYA ANDA INGINKAN ? kemudian IMAJINASIKAN ITU SUDAH TERJADI !!

Anda memiliki banyak hutang ? . . . Stop berpikir hutang !!, apakah Anda berpikir mau melunasi atau mau menambah hutang, yang terjadi adalah Anda akan semakin menambah hutang. Tuliskan kondisi kemakmuran yang Anda inginkan tanpa sepatahpun menyebutkan kata hutang. KEMUDIAN IMAJINASIKAN !!

Warung/toko/restoran Anda sepi ?? , imajinasikan toko Anda ramai.

Bisnis jaringan Anda stagnan tidak bergerak, tidak banyak orang baru yang masuk?. Imajinasikan bergerak. Imajinasikan banyak orang yang kaya, pandai atau semangat yang masuk ke jaringan Anda. Imajinasikan mereka mengerjakan bisnisnya dengan semangat dan mandiri, dan menjadi apa yang dia inginkan.

Apapun yang terjadi, JANGAN MENGELUH karena akan lebih banyak lagi hal hal yang Anda keluhkan itu datang ke Anda. Sampaikan saja kepada Tuhan/semesta apa yang Anda inginkan !!

Lawanlah kenyataan yang tidak diinginkan hari ini dengan mengimajinasikan kondisi yang berlawanan dengan kondisi Anda itu, yaitu kondisi yang Anda inginkan. *Imajinasikan dan rasakan, maka dia akan datang.* Itulah yang akan terjadi, terlepas dari Anda tahu atau tidak tahu, percaya atau tidak percaya.

Surabaya, 18 Mei 2018
Sigit & Wati