Manusia yang Dibenci Alloh

Manusia yang Dibenci Alloh

✍ Yang menjadi masalah perkara-perkara yang termasuk dalam kategori dibenci Allah ini memang kurang disadari manusia sebagai hal yang sering dilakukannya. Untuk itu, marilah kita cek apakah kita termasuk manusia yang dibenci Allah. πŸ™

πŸ‘‰ 1. Orang yang tergolong miskin namun sombong

Jika diibaratkan sebagai suatu perusahaan, orang miskin yang sombong itu adalah perusahaan yang bangkrut. Apalagi yang bisa dibanggakan padanya, sudah miskin sombong pula.

Sombong di sini bukan hanya perkara perilaku, ucapannya yang β€˜besar’, namun juga termasuk malas beribadah pada Allah, atau tidak berupaya memperbagus amalan dan lebih tekun beribadah.

Sombong seperti ini tidak disukai Allah, hal ini tertuang pada ayat yg artinya ,: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (Lukman : 18).

πŸ‘‰ 2. Orang kaya yang kikir, bakhil

Seharusnya orang yang diberi kelebihan rezeki, maka ia lebih banyak berbagi pada orang lain. Namun jika ia bersikap kikir, maka hal tersebut termasuk yang dibenci Allah. Apalagi sangat takut hartanya akan berkurang jika harus bersedekah atau berbagi pada yang membutuhkan.

Rasulullah mengancam orang yang semacam ini bukan bagian dari orang-orang yang beriman. “Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka dia bukan bagian dari mereka. (HR. Hakim).

πŸ‘‰ 3. Para Ulama yang Komersial

Sebenarnya fenomena itu sekarang sudah terlihat ditelivisi-telivisi. Banyak para ulama yang memiliki jam terbang yang sangat tinggi hingga sukar ditemui umat, karena jadwal di telivisi atau tempat-tempat strategis begitu padat.

Meskipun diperbolehkan untuk dakwah dengan mengutip biaya untuk sekedar biaya operasional, akomodasi dan profesionalitas, namun bukan utk berlebih-lebihan dan bahkan menjadi sarana untuk memperkaya diri sendiri.

Karena hal tersebut dikhawatirkan menjadi penyakit ‘wahn’ yakni pencinta dunia dan takut mati. Padahal ulama itu diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberi teladan akhlak baik bagi umat.

Celakalah bagi ummatku dari ulama buruk yang menjadikan agama ini sebagai komoditas, yang mereka jual pada para penguasa mereka di zamannya demi meraup keuntungan untuk diri mereka sendiri. Allah pasti tidak akan menjadikan bisnis mereka memperoleh keuntungan. (HR. Hakim).

πŸ‘‰ 4. Wanita yang tak punya rasa malu

Terlihat pada zaman sekarang ini, rasa malu yg ada wanita sudah mulai luntur. Meski ada hal yang menggembirakan karena semakin banyak yang memakai baju muslim, hanya saja banyak pula yang tidak penuhi kaidah-kaidah dalam berpakaian.

Bukan hal dalam berpakaian, cara berjalan, bertutur kata dan berperilaku, wanita sekarang sudah mulai menepiskan rasa malunya. Hingga fitnah dan maksiat semakin bertambah.

πŸ‘‰ 5. Orangtua yang malas beribadah.

Semakin tua, sebenarnya Allah sudah memberi peringatan untuk semakin mendekatkan diri pada-Nya. Rambut yg sudah memutih, tidak bugar lagi, dihinggapi berbagai macam penyakit dan banyak hal lainnya, sebenarnya pertanda semakin dekat dengan kematian. Namun yang terjadi masih banyak orangtua yang menghamba pada keduniawian dan malas untuk beribadah. πŸ™
*KOMUNITAS QIYAMULLAIL WDDH*