Memancing Rezeki dengan Kebersihan Hati

Memancing Rezeki dengan Kebersihan Hati

Memancing Rezeki dengan Kebersihan Hati

Ingin kenikmatan dunia ada ilmunya, ingin kebaikan akhirat ada juga ilmunya. Dalam kehidupan ini kita semua pastinya mengejar yang namanya kenikmatan dan sebisa mungkin menghindari yang namanya kesengsaraan. Itulah hakekat kehidupan kita sehari-hari, yang terjadi secara naluriah dorongan dari alam bawah sadar otak kita.

Kenikmatan adalah bagian dari rezeki begitu juga dengan terhindarnya dari kesengsaraan merupakan bagian dari rezeki. Kenikmatan dan kesengsaraan paling mudah dirasakan di hati kita, dengan perasaan yang ada dalam qolbu setiap manusia. Kalau rasa di hati itu bisa menjadi indikasi, maka dapat kita jadikan alat, yaitu untuk memancing rezeki dengan kebersihan hati.

Ada orang yang meskipun dia sehat dan hidup tetapi seperti tidak hidup karena hatinya buta, kenapa hati menjadi buta, karena hatinya kotor kenapa? karena dia dekat dengan maksiat sehingga menumpuk kotoran yang membutakan hatinya, sehingga ia tidak dapat memancing rezeki dengan kebersihan hati.

Rezeki itu berhubungan dengan hati, apa hubunganya dengan kelancaran rezeki. Rezeki itu datang karena energi seseorang bagus dan dengan izin yang Maha Kuasa rezeki itu terundang karena energi yang bagus tersebut. Kalau energi kita bagus, energi tersebut akan menarik rezeki-rezeki yang ada disekitarnya. Energi baik (positif) itu bisa menarik segala sesuatu tergantung dari kebersihan hati kita. Orang yang energinya bagus biasanya hatinya baik, sebaliknya orang yang energinya negatif biasanya hatinya kotor. Maka orang yang hatinya baik, banyak bersyukur dia memiliki energi yang menarik banyak rezeki baik yang baik-baik. Sebaliknya orang yang hatinya kotor, banyak mengeluh dia memiliki energi negatif yang buruk sehingga menarik hal-hal yang buruk dalam setiap jengkal kehidupannya.

Memancing Rezeki dengan Kebersihan Hati

Tipe orang yang mudah dapat rezeki seperti apa sih? adakah orang yang lebih baik rezekinya dari orang yang suka bersyukur? Jawabannya adalah Ada, yaitu rezeki orang  yang bertaqwa, orang ini bersyukur iya, berikhtiar iya, bersedekah juga, tetapi yang membuat orang ini lebih baik adalah dia mempercayakan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa terhadap apa yang dilakukannya dilakukan yang terbaik, dan menyerahkan perbuatan terbaiknya itu kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Orang ini bebas dan lepas dari beban mengharap dari orang lain, ia hanya menjalankan yang terbaik dan berdoa dengan ikhlas, memohon izin agar perbuatannya dicatat sebagai amal baik yang dapat ditabung sebagai bekal di akherat dan memberikan manfaat bagi setiap orang di dunia, itulah cara memancing rezeki dengan kebersihan hati.

Hati yang bersih memiliki signal yang kuat, oleh karenanya setiap doa nya sampai melalui kekuatan signal tersebut terkabul dengan cepat. Bagaimana agar hati kita bersih? Jauhi maksiat, karena setiap maksiat akan mengotorkan hati, perbanyaklah perbuatan baik dan bersedekahlah sehingga hati menjadi bersih, agar kita dapat memancing rezeki dengan kebersihan hati.

Lalu bagaimana kalau di lingkungan kita banyak orang-orang yang menjengkelkan hati, tips nya lakukan ini : “jangan reaktif, jangan bereaksi” , mingkem aja, diem aja, jangan ngedumel walaupun dalam hati, karena hal tersebut justru akan kembali ke diri kita sendiri.

Sederhana kan… yuk kita bersihkan hati agar rezeki cepat datang seperti tertarik oleh magnet.

Memancing Rezeki dengan Kebersihan Hati