Membantu dengan Tidak Memberi Uang

Membantu dengan Tidak Memberi Uang

Membantu dengan Tidak Memberi Uang

Di depan gerbang sebuah jembatan di salah satu kota Italia, duduklah seorang buta peminta-minta.

Setiap hari ia duduk di situ sambil memainkan biolanya yang sudah usang, dan menaruh  kaleng di depan tempat duduknya.

Dia berharap orang-orang yang lalu lalang akan merasa iba mendengar gesekan biolanya lalu memberinya sedikit uang.

Pada suatu hari seorang pria berjubah panjang lewat di situ.
Pria itu memperhatikan si pengemis buta memainkan biolanya.
Tidak ada seorang pun yang lewat, mau memperhatikan si pengemis, apalagi memberinya uang.

Kemudian pria itu menghampiri si pengemis dan memintanya untuk meminjamkan biola usangnya.

Si pengemis buta menolak sambil berkata,
“Tidak…! Ini adalah hartaku satu-satunya…!”

Pria tersebut terus membujuk, hanya untuk sebuah lagu saja lah, katanya.

Dengan agak terpaksa, akhirnya si pengemis meminjamkan biola tuanya.

Pria berjubah panjang kemudian berbisik….
“Saya akan beri contoh padamu cara memainkan Biola dengan sepenuh hati….
dengan sungguh-sungguh menghayati…
dan masuk kedalam lagunya…
bukan sekedar memainkan, atau sekedar mencari iba, atau ingin cepat menyelesaikannya saja.”

Kemudian pria berjubah itu segera mulai memainkan sebuah lagu dengan luar biasa indah, syahdu, dan menghanyutkan.

Suara gesekan biola tua yang sama bisa menjadi sangat halus dan menyentuh hati, membuat semua orang yang lewat berhenti.

Mereka berkumpul mengelilingi si pemain biola berjubah bersama si pengemis buta.

Semua orang terdiam, terhanyut oleh gesekan biolanya. Kerumunan besar semakin banyak

Si pengemis buta pun terkesan dan ternganga…
Ia tidak dapat berkata-kata…

Kaleng yang tadinya kosong kini telah penuh dengan uang, bahkan hingga tidak tertampung.
Bukan hanya uang recehan , juga banyak lembaran Lira dan Dollar bertumpuk di situ.

Saking banyak orang terhanyut, tidak cuma satu lagu, melainkan beberapa lagu dimainkan oleh si pria berjubah, hingga akhirnya ia harus mengakhiri permainannya.

Sambil mengucapkan terima kasih, ia mengembalikan biola kepada si pengemis dan berpesan.
“Sekarang pulanglah…
Dengan uang yang engkau dapat hari ini, belilah pakaian yang baik, mandi, cukur rambutmu dan rapikan jenggotmu…”

“Mulai besok bermainlah seperti yang aku katakan dan aku contohkan tadi…”

Sambil berlinang air mata dan gemetar, si pengemis mengucapkan terimakasih.

Pria berjubah hanya tersenyum, lalu beranjak perlahan meninggalkan tempat itu.

Keesokan harinya.

Pengemis Buta sudah kembali duduk di tempat yang sama dengan penampilan yang berbeda.
Ia memakai setelan jas, rambut dikuncir, janggut rapi, dan sedikit aroma parfum yang lembut.

Lalu ia mulai memainkan biolanya dengan halus, sepenuh hati meresapi.
Terdengar sungguh indah dan syahdu kali ini.

Dalam waktu sebentar saja, orang-orang yang lewat kembali berkerumun menikmati 1-2 lagu sambil memasukkan uang ke dalam kotak yang cukup besar, bukan lagi kaleng.

Sejak hari itu, si pengemis buta ini tidak lagi disebut peminta-minta, tetapi orang menyebutnya: ‘Seniman Jalanan’ yang sangat menghibur para pejalan yang lewat.

Nasib si pengemis buta sudah berubah, tetapi ia tidak pernah tahu siapa Pria berjubah yang telah menolongnya.

Apakah Saudara ingin tahu siapa pria berjubah panjang itu ?

Dia adalah: NICCOLO PAGANINI

Sang Maestro Biola paling legendaris yang pernah terlahir di muka bumi ini.

Paganini telah memberi bantuan kepada si Pengemis sesuai dengan profesinya.

Dia tidak memberi uang,
tetapi ia telah memberikan sebuah Resep yang sangat Berharga.
       
Saudaraku…

Banyak cara bagi kita untuk menjadi seperti ‘Paganini’ dalam membantu orang lain.

Lakukanlah sesuai dengan Kemampuan dan Talenta kita.

Jadikanlah hidup ini Penuh Arti dengan cara membantu sesama.

Kebahagian sesungguhnya adalah bukan berapa banyak  orang mengenal kita. Melainkan berapa banyak orang-orang yang hidupnya menjadi bahagia karena kita.

Mudah-mudahan hidup kita bisa menjadi berkah dan bermanfaat bagi banyak orang.

Selamat berbagi kemanfaatan, saudara-riku tercinta…

Selamat Tahun Baru 1442 H. Semoga makin bermanfaat di tahun baru ini.