Mengatasi Mental Block Kesuksesan

*KENAPA BEGITU SULIT UNTUK BERUBAH..?*

*KENAPA SUDAH TAHU TAPI TIDAK MAU MELAKUKAN…?*

*KENAPA SUDAH BERUSAHA SEKUAT TENAGA TAPI TIDAK KUNJUNG MEMBUAHKAN HASIL?*

*KENAPA SELALU TIMBUL KERAGUAN SETIAP AKAN MEMUTUSKAN SESUATU..?*

*KENAPA SETIAP INGIN MELANGKAH LEBIH MAJU DAN INGIN MEWUJUDKAN SESUATU SELALU MENEMUI HALANGAN DEMI HALANGAN..?*

Tahukah Anda bahwa *HALANGAN* yang paling besar adalah *HALANGAN* didalam diri Anda sendiri…

Ada bagian dari diri Anda yang menyabotase diri Anda sendiri..!! Itulah mental block..!!

*Apa sih Sabotase Diri atau Mental Block ini?*

Seorang peserta training kami, pada suatu kesempatan mengajak kami makan malam bersama. Pada malam tersebut, dia menceritakan kalau dirinya sangat rajin untuk mengikuti beragam pelatihan-pelatihan motivasi.

Bahkan, dirinya pun tergolong cukup rajin banyak membaca buku yang terkait dengan pengembangan diri dan motivasi. Orang ini menceritakan apa yang menjadi problemnya.

Dia bercerita mengenai kehidupannya yang tidak mengalami perubahan yang signifikan, padahal sudah banyak mengikuti beragam seminar, pelatihan serta banyak membaca buku motivasional.

Dia juga menceritakan kalau sampai saat ini pun sudah mencoba mempraktikkan apa yang diajarkan di seminar, pelatihan, maupun dari buku. Namun, rasa-rasanya hasilnya masih nihil.

Seorang sales dari sebuah perusahaan multinasional juga menceritakan hal yang mirip. Ia tergolong sales yang cukup rajin di perusahaannya. Selain itu rajin juga dalam mengikuti pelatihan yang diberikan perusahaannya, serta rajin membaca untuk pengembangan dirinya terutama dalam meningkatkan hasil salesnya.

Orang ini juga cukup sering berkonsultasi dengan atasannya serta mempraktikkan apa yang dipelajarinya. Suatu ketika salesman ini menghampiri saya dalam sebuah pelatih-an yang saya adakan.

Dia bercerita mengenai kendala yang dihadapinya yaitu dari tahun ke tahun, pencapaiannya tidaklah pernah menembus angka tertentu. Rasanya selalu ada batasan dalam dirinya yang menghambat untuk menciptakan terobosan dalam hasil salesnya.

Pada kesempatan lain, seorang eksekutif juga bercerita mengenai kehidupannya kepada kami. Perjalanan kariernya cukuplah bagus, setiap tahun selalu mendapatkan kenaikan income bahkan promosi juga sering didapat-kannya.

Hanya saja eksekutif ini bercerita kalau dirinya merasa kesulitan untuk menabung. Rasa-rasanya setiap kali ia mencoba untuk menabung, hanya sampai di angka tertentu dan tiba-tiba saja uang itu langsung habis entah ke mana, entah karena sakit, ada pengeluaran mendadak, bahkan hal-hal lainnya yang tidak diduga.

Hal ini ternyata terjadi sudah bertahun-tahun lamanya dan cukup mengganggu seperti seolah-olah ada tembok yang membatasinya.

Nah, apakah Anda pernah mengalami hal yang sama seperti yang terjadi di atas atau pernah mengetahui hal yang sama yang mungkin juga terjadi dalam kehidupan orang di sekitar Anda?

Inilah yang dinamakan ‘mental blok’ yang disebabkan oleh karena adanya sabotase diri. Sabotase diri ini biasanya terjadi karena adanya kepercayaan (belief) dan nilai-nilai (value) yang saling bertentangan yang ada di dalam diri Anda.

Umumnya, konflik ini terjadi di antara pikiran sadar (consciouness) dengan pikiran bawah sadar (unconciousness) yang telah tertanam sekian lama. Untuk Anda ketahui saja, saat pikiran sadar dan bawah sadar mulai bertentangan, biasanya pikiran bawah sadarlah yang keluar sebagai pemenang!

*Nilai yang salah.*

Pertentangan kepercayaan dan nilai ini terjadi secara tidak sadar dalam proses yang cukup panjang. Peserta yang cukup rajin mengikuti pelatihan dan membaca buku-buku, setelah kami ajak konsultasi cukup panjang ternyata di dalam dirinya mengalami pertentangan mengenai apa makna sukses bagi kehidupannya.

Ternyata dirinya memiliki kepercayaan yang keliru kalau ia menjadi sukses baik secara finansial maupun dalam hal yang lain, dirinya akan merasa terganggu jika menjadi pusat perhatian serta kehilangan privacy-nya. Hal inilah yang mengakibatkan terhambatnya dia dalam proses pencapaian kesuksesannya.

Seorang sales yang selalu mengalami batasan dalam pencapaian sales ini pun setelah berkonsultasi dengan kami, akhirnya didapati pula batasan yang terjadi dalam dirinya terpengaruh oleh kepercayaan dan nilai-nilai dalam dirinya yang salah.

Sales ini ternyata sewaktu masa lalunya sewaktu masa remaja sering membantu orang tuanya berjualan. Ia cukup rajin membantu berjualan dan hasilnya pun cukup baik, sampai suatu ketika karena barang yang akan dijual itu hanya stoknya terbatas, akhirnya dia dimarahi oleh orangtuanya supaya tidak perlu terlalu bersemangat dalam berjualan.

Ternyata hal ini secara tidak sadar memengaruhi kepercayaan dan nilai dalam dirinya. Akhirnya, tiap kali mau mencapai target tertentu, tiba-tiba ia mendadak menjadi tidak bersemangat untuk membuat hasil penjualan yang melampaui targetnya.

Eksekutif yang kami ceritakan di atas, ter-nyata juga mengalami sabotase diri yang menarik. Saat kami ajak konsultasi, ternyata diri-nya punya belief dan value yang bertentangan dengan apa yang mau dicapainya saat ini.

Ternyata hal ini terjadi sewaktu dia masih SMA, waktu itu salah seorang temannya yang berasal dari keluarga kaya, ternyata sering dimintai teman-temannya untuk mentraktir.

Ternyata inilah yang menjadi penghambat dirinya untuk memiliki tabungan, yaitu kepercayaan yang salah kalau memiliki tabungan yang banyak, maka akan ada orang-orang yang akan datang meminjam atau minta traktir ini itu.

Akhirnya saat mencapai jumlah tertentu selalu terhenti sampai di situ dan uangnya selalu berkurang dengan pengeluaran-pengeluaran yang tidak terduga.

Jadi, bagaimana cara mengatasi sabotase diri atau Mental Block ini?
Bagaimana Mengatasi Ketakutan Menjadi Kekuatan (Pembahasan Tentang Mental Block dan Cara Melepaskannya)

Mengapa orang merasa TAKUT? Adakah yang mengalami? Kira-kira kenapa?

Katakutan adalah sebuah reaksi emosi yang muncul karena pikiran manusia lebih condong berpikir ke arah kesengsaraan atau penderitaan ketika akan melakukan suatu tindakan tertentu.

Contoh:

Takut jualan, sebenarnya ini adalah reaksi yang muncul karena pikiran lebih fokus pada kemungkinan-kemungkinan ditolak ketika jualan, bahkan mungkin berpikir ditolak dengan cara yang tidak menyenangkan.

Takut ketika melamar wanita, sebenarnya karena pikiran lebih fokus memunculkan kemungkinan ditolak yang akan menimbulkan perasaan sakit hati bahkan terhina.

Takut rugi ketika buka usaha, ini adalah reaksi emosi karena pikiran lebih condong memunculkan kemungkinan gagal dan rugi ketika menjalankan usahanya. Dan seterusnya.

Ketika seseorang punya tujuan yang ingin dicapai, sementara di dalam pikiran bawah sadarnya terdapat ketakutan yang menghambat pencapaian tujuan tersebut, itulah yang disebut dengan mental block.

Ilustrasi sederhana untuk memahami mental block ini ibarat sebuah dinding yang membentang menghalangi di depan Anda tatkala Anda mau berjalan maju. Atau tali yang mengikat tubuh Anda dari belakang tatkala Anda mau berlari ke depan. Dinding atau tali inilah yang disebut mental block.

Siapa yang menciptakan?

Ya diri Anda sendiri, dari pengalaman masa lalu yang terprogram di pikiran bawah sadar Anda.