Percaya Diri Fokus Pada Diri Sendiri bukan Orang Lain

Percaya Diri Fokus Pada Diri Sendiri bukan Orang Lain

Percaya Diri

Saat kita masih kecil, mungkin tidak jarang orangtua membandingkan kita dengan anak lain yang lebih pintar atau lebih berprestasi,
Disadari atau tidak, hal tersebut masuk ke alam bawah sadar dan bisa jadi terbawa hingga saat ini.

Kita menjadi sering membandingkan diri dengan orang lain dalam arti kata sukses dalam bentuk materi,
Iri melihat orang lain yang lebih sukses dibandingkan kita, walaupun sebenarnya kita hanya melihat casing luarnya saja.

Secara tidak langsung, diri merasa minder karena pencapaian orang lain yang terlihat lebih sukses dari Anda.

Dan keminderan tersebut membuat diri sulit berkembang, karena fokus kita bukan pada perkembangan diri, melainkan fokus pada pencapaian orang lain.

Kawan,
Setiap orang memiliki jalurnya masing-masing, Saya dan Anda memulai sesuatu pada masa yang berbeda dengan latar belakang keluarga yang berbeda, juga dengan lingkungan yang berbeda.

Jadi jangan selalu menyamakan diri kita dengan orang lain, karena segala latar belakangnya berbeda.

Melihat orang lain sukses boleh untuk jadi motivasi, tapi imbangi juga dengan melihat orang yang keadaannya dibawah kita, agar kita lebih banyak bersyukur.

Ibarat anak tangga, ada orang yang memulai dari anak tangga ke 4, ada yang mulai dari anak tangga ke 20, dan lain sebagainya, yang menyebabkan titik sampai diataspun berbeda.

Jangan pusing dengan pencapaian orang lain, fokuslah pada perbaikan diri Anda dari waktu ke waktu.

Jika kita perhatikan kolonel Sanders pendiri KFC yang sekarang ada di seluruh dunia.

Beliau memulai memasak ayam dengan bumbu yang sedap pada usia 40 tahun, sebelumnya dia sempat bekerja menjadi juru parkir, pemadam kebakaran, tentara dan lain lain.

Dia fokus dengan dirinya, tidak peduli banyak orang yang sudah sukses terlebih dulu pada masanya.

Sekarang? KFC tersebar di seluruh pelosok dunia dengan wajah senyum sumringah sang kolonel walaupun beliau sudah tiada.

Saya hanya mengingatkan pada Anda, dulupun Saya adalah orang yang iri melihat kesuksesan orang lain, tapi hal tersebut selalu membuat Saya jatuh. Ternyata Saya salah, yang harus Saya fokuskan adalah diri Saya sendiri, bukan orang lain.

Setuju?