Puasa Syawal 6 Hari setelah Ramadhan

Puasa Syawal 6 Hari setelah Ramadhan

Puasa Syawal 6 Hari setelah Ramadhan

“Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian ia ikutkan dengan puasa enam hari dibulan syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh”. (HR. Muslim).

“Barang siapa berpuasa Ramadhan maka itu satu bulan yang dilipatgandakan pahalanya seperti sepuluh bulan, dan puasa enam hari setelah idul fitri (dilipatgandakan sepuluh kali menjadi 60 hari atau 2 bulan) maka dengan itu menjadi sempurna satu tahun”. (HR. Ahmad).

Orang yang diberikan taufiq untuk berpuasa syawwal adalah tanda puasa Ramadhan yang ia kerjakan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

“Bahwa pembiasaan puasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya puasa Ramadhan. Karena sesungguhnya Allah apabila menerima amalan seorang hamba, maka Allah memberikan kemampuan kepadanya untuk beramal shalih lagi setelahnya, sebagaimana kata sebagian ulama, ‘ganjaran kebaikan adalah kebaikan setelahnya’, barang siapa melakukan suatu kebaikan kemudian ia susul dengan kebaikan yang lain maka itu adalah tanda diterimanya amal kebaikannya yang sebelumnya, sebagaimana orang yang melakukan kebaikan kemudian ia susul dengan kejelekan maka itu adalah tanda ditolaknya kebaikan yang telah ia kerjakan dan tidak diterima”. (Lathooiful Ma’aarif, 244).

Puasa syawal juga disyari’atkan dalam rangka membentengi diri dari tipuan setan terhadap hamba yang telah beribadah di bulan Ramadhan.

Puasa Syawal enam hari

Setelah bulan Ramadhan dan setelah kaum muslimin mengerjakan sejumlah ibadah kepada Allah di bulan itu, bisa jadi sebagian manusia melemah semangatnya untuk beramal sholih. Karena setan selalu menunggu kesempatan untuk dapat menjerumuskan hamba-hamba Allah dan menghalangi mereka dari jalan yang lurus dengan segala cara, dan sungguh ia telah bersumpah untuk mendatangi anak Adam dari arah depan, belakang, kanan, dan kiri, seraya berkata,

“Sungguh aku benar-benar akan menghalangi mereka dari jalanMu yang lurus”. (Al-A’raf: 16).

Akan tetapi orang yang berakal, apabila ia melihat dengan ilmu dan mengambil pelajaran maka ia pun mengetahui bahwa tidak boleh putus amal shalih kecuali dengan kematian, Allah ta’ala berfirman,

“Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu kematian”. (Al-Hijr: 99).

Semoga bermanfaat.
Barakallahu fiikum.