Rezeki itu di Jamin di Gantung dan di Janjikan

Rezeki itu diJamin diGantung dan diJanjikan

Rezeki itu adalah kenikmatan dari apa yang terima oleh jiwa dan raga dan apa yang dipakai oleh mahluk dalam hidupnya. Rezeki yang dijamin itu namannya Makan. Siapapun mahluk ciptaan Tuhan di dunia ini, rezeki atas makanannya sudah dijamin. Dan manusia diberikan bonus rezeki dibanding mahluk lainnya yaitu memiliki akal dan pikiran. Qur’an surat Huud 11:6 “dan tidak satu pun makhluk yang bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya”

Kalau rezeki yang digantung, cara dapetinya ya dijemput. Kok bilang nya digantung ya? kalau digantung artinya ada di atas, cara mendapatkan yang diatas pertama-tama kita mohon dengan doa (buat permohonan –> lebih spesifik buat tujuan/goals), setelah berdoa karena digantung berarti kita harus pakai alat yaitu tangga (rencana), lalu pake deh semua kemampuan kita untuk menaiki anak tangga itu satu-satu jangan lompat resikonya kalau jatuh ya terguling ke bawah, kalau perlu kita buat pelindung dari resiko jatuh pada saat menaiki anak tangga yaitu dengan membuat pegangan tangan (analisa resiko), pada saat sudah sampai puncak nya itulah sukses. Jadi rezeki yang digantung itu harus dijemput ya. Yang membedakan cara menjemput rezeki setiap orang adalah besarnya Keinginan, Harapan dan Keyakinannya. Nasib manusia itu sudah diserahkan sepenuhnya kepada manusia itu sendiri, Alloh SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum jika mereka tidak berusaha untuk merubahnya, jadi sebagai manusia juga harus berusaha untuk merubah nasib –> caranya : tetapkanlah harapan dan tujuan kita = tau apa yang kita inginkan dan jangan lupa berdoa sambil berusaha.

Rezeki yang dijanjikan, nah ini yang spesial. Rezeki yang dijanjikan diberikan pada saat kita melakukan sesuatu yang diperintahkan Alloh SWT. Banyak perintah baik yang ringan sampai yang berat yang memiliki janji imbalan kenikmatan dan rezeki baik di dunia maupun di akhirat kelak yang akan kita terima jika perintah tersebut kita lakukan dengan penuh ikhlas dan harapan kepada Alloh SWT, diantaranya adalah bersilaturahim dan bersedekah. Kedua hal ini boleh dianggap ringan boleh juga dianggap berat bagi sebagian orang, tetepi sesungguhnya bersilaturahim dan bersedekah itu bisa dilakukan pada saat kita sedang ada (kaya) atau sedang tidak ada (miskin) yang penting bukan keadaan kita tetapi niat menjalankan perintah tersebut. Karena sebenarnya pada saat kita melakukannya tanpa disadari kita telah menanam kekuatan pada diri kita yang berfungsi sebagai alat dan magnet yang menarik rezeki datang dalam kehidupan kita. Itulah sebuah rahasia, yuk jalin silaturahim dan bersedekah.