Rezeki yang Berlimpah Mengikuti Amalan Sedekah

Rezeki yang Berlimpah Mengikuti Amalan Sedekah

بسم الله الرحمن الرحيم

Salam Jumat Barokah…

*REJEKI*, *SEDEKAH* (dalam kondisi *miskin, kaya* sebelum datangnya *KEMATIAN* )

Ayah, Bunda Pecinta Anak Yatim….cukup banyak orang yang memilih untuk menahan hartanya dan mengatakan bahwa dirinya baru akan *bersedekah* banyak ketika *rezeki* melimpah. Padahal, *rezeki* berlimpah itu biasanya justru mengikuti *sedekah*. Artinya, semakin banyak *bersedekah*, semakin besar potensi *rezeki* berlimpah yang kita miliki.

“ _Permisalan (nafkah yang dikeluarkan) orang-orang yang menafkahkan harta di jalan Allah adalah_ _serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap__ bulir seratus biji. _Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)_

Setidaknya ada 5 alasan mengapa sebaiknya kita *bersedekah* sekarang juga tanpa perlu menunggu *rezeki* berlimpah:

1. Nilai *sedekah* di saat sulit lebih besar daripada di saat lapang

Tentu saja *bersedekah* lima puluh ribu Rupiah di saat kita hanya punya uang seratus ribu Rupiah, adalah lebih bernilai dibandingkan *sedekah* satu juta Rupiah di saat kita memiliki harta Milyaran.

“Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.” (HR. An Nasai no. 2527 dan Imam Ahmad 2: 379. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

2. Jika sewaktu miskin pelit *sedekah*, apalagi ketika kaya

Faktanya, *miskin* dan *kaya* hanyalah masalah *mental* . Orang yang miskin hatinya, ketika ia tak punya uang akan *pelit*, ketika banyak uang pun akan *pelit* juga.
Sedangkan seseorang dengan kekayaan hati, ketika miskinnya ia suka berbagi, apalagi setelah ia kaya.
Artinya, orang yang menunggu *rezeki* berlimpah dulu baru mau keluar *sedekah* sangat mungkin orang yang *miskin hati.*

3.Termasuk *sedekah* terbaik adalah yang dilakukan di masa takut miskin dan berharap kekayaan
Jika sudah kaya nanti, dengan kelimpahan *rezeki, bersedekah* menjadi biasa-biasa saja. Justru *sedekah* terbaik dilakukan ketika kita masih mengharap kekayaan dan *takut kemiskinan.*
“ _Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu_ _khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu_ tunda, _sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan_ , “ _Untuk_ _fulan sekian, untuk fulan sekian, dan_ _untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)_
_
4. *Rezeki* milik kita adalah yang kita gunakan dan *sedekahkan* , bukan yang kita tinggalkan
Banyak orang menumpuk kelebihan *rezekinya* , tak mau *disedekahkan* karena merasa sayang. Akhirnya ketika meninggal, tumpukan *rezeki* itu diperebutkan oleh ahli warisnya. Sementara *sang mayyit* hanya bertemankan *amalan* *shaleh* sekedar yang pernah ia *sedekahkan* saja.

“ _Siapakah di antara kamu yang lebih menyukai harta ahli warisnya daripada_ _hartanya sendiri?” Serentak para sahabat menjawab, “Ya_ _Rasulullah, tiada seorang pun dari kami, melainkan_ hartanya _adalah lebih dicintainya.” Beliau kemudian bersabda, “Sungguh harta_ _sendiri ialah apa yang telah terdahulu digunakannya,_ _sedangkan harta ahli warisnya adalah segala yang ditinggalkannya_ _(setelah dia mati).” (HR Bukhari dan Muslim)._

5. Kita berkejaran dengan *kematian*

Kita perlu *bersedekah* sekarang juga tanpa menunggu-nunggu datangnya *rezeki* , karena hakikatnya kita setiap harinya sedang berkejaran dengan *kematian* .
_“Di mana saja kamu berada, *kematian* akan mendapatkan kamu, kendatipun_ _kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa: 78)_
Semoga kita tidak lagi menunggu *rezeki* berlimpah untuk mengeluarkan *sedekah* terbaik yang dimiliki, aamiin.

Semoga bermanfaat…
*Marii Berbagi…hidup barokah*

*والحمدلله رب العالمين*
🙏Salam santun adik2 binaan yatim piatu Yayasan Rahmatan Lil Alamin JT

*Tria || 0812 8286 3764*