Tren Bisnis Offline Online

Tren Bisnis Offline Online

TREN BISNIS OFFLINE ONLINE

Pembahasan bisnis offline dan online seolah pembahasan yang tiada pernah akhir, karena selalu menarik untuk dibahas. “Musim gugur” bisnis offline (kebanyakan dialami pebisnis besar) di berbagai negara (termasuk di Indonesia) sejak tahun 2017 menambah bumbu penyedap pembahasan tentang bisnis offline dan online untuk di beritakan dan didiskusikan.

Pada awal terjadinya “musim gugur” bisnis offline, banyak yang menuding tumbuhnya bisnis online secara massive sebagai penyebabnya. Setelah beberapa waktu kemudian, para pelaku bisnis menengarai bahwa “musim gugur” bisnis offline selama ini dipengaruhi oleh pola konsumsi belanja masyarakat yang berubah, sehingga perlu bentuk dan formula baru dalam dunia bisnis.

Porsi Transaksi Bisnis

Transaksi bisnis (baik offline maupun online) di Indonesia mempunyai porsi mayoritas sebesar 60% dari total uang yang beredar di masyarakat. Begitu pula banyak dialami di berbagai negara di dunia.

Saat ini porsi transaksi bisnis online di Indonesia baru mencapai sekitar 2% dari total keseluruhan transaksi bisnis. Sedangkan di luar negeri, di kiblatnya bisnis online saat ini sebesar 14% untuk Amerika dan tertinggi di Tiongkok mencapai 18%. Khusus di Indonesia, walaupun baru 2%, pertumbuhan transaksi bisnis online di negara kita adalah salah satu yang tertinggi di dunia.

Perwakilan Dua Generasi

Bisnis offline dan bisnis online bisa dikatakan mewakili dua generasi yang berbeda. Bisnis offline diwakili oleh generasi jaman old, sedangkan bisnis online diwakili (didominasi) oleh generasi jaman now.

Coba lihat para pelaku bisnis online tanah air yang baru moncer saat ini, semisal Ahmad Zaky (Bukalapak), Nadiem Makarim (Gojek), Andrew Darwis (Kaskus) dan lain-lain adalah perwakilan generasi jaman now dengan usia di bawah 50 tahun.

Sedangkan penguasa bisnis offline banyak di dominasi oleh generasi jaman old seperti Chairul Tanjung (Transmart), Djoko Susanto (Alfamart), Suhu Wan (Idolmart) dan lain-lain sudah berusia di atas 50 tahun.

Begitu juga bila dilihat dari sudut pandang pangsa pasar. Generasi old akan lebih familiar, nyaman dan senang belanja secara offline, sedangkan generasi now cenderung lebih suka berbelanja online untuk produk-produk tertentu (tidak semua produk).

Offline atau Online?

Kalau ditanya, pilih mendirikan bisnis bisnis offline atau online? Generasi jaman now akan lebih condong memilih bisnis bisnis online, kenapa? Lebih cepat, lebih hemat (tidak boros modal), tidak boros tempat dan sesuai jamannya.

Tapi perlu diingat bahwa bisnis offline tetap bisa jalan tanpa adanya online. Sedangkan bisnis online relatif sulit jalan tanpa di support oleh offline.