Manfaat Cokelat Flavanol

COKELAT MAKANAN PARA DEWA DENGAN SEJUTA MANFAAT

Cokelat tentunya sudah bukan hal yang asing lagi bagi banyak orang. Namun tak banyak yang tahu dari mana cokelat itu berasal. Cokelat berasal dari Bahasa Yunani Theobroma Cacao yang berarti makanan dewa-dewa. Pada ribuan tahun lalu, bangsa Maya di Amerika Selatan menganggap kakao sebagai komoditi yang sangat berharga, hanya kalangan tertentu yang diperbolehkan mengkonsumsi minuman ini.

Biji kakao mengandung banyak antioksidan, yang telah terbukti ampuh untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Kandungan utama yang terkandung dalam kakao seperti flavonoid, procyanidin, catechin, dan epicatechin terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan. Kakao memiliki kadar flavonoid tertinggi diantara makanan lainnya. Kandungan antioksidan tinggi yang terdapat pada kakao telah terbukti dapat melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab dari sel kanker, menjaga kesehatan otak, meredakan stress, mengurangi resistensi insulin, menjaga tekanan darah sehingga baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta baik untuk kesehatan kulit.

 

Hal ini didukung juga dengan beberapa hasil penelitian, salah satunya hasil penelitian dari The American Journal of Clinical Nutrition  menyebutkan bahwa mengonsumsi 40 gram bubuk kakao selama 4 minggu dapat memodulasi mediator inflamasi pada pasien dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular.

Uniknya, kakao merupakan salah satu bahan makanan yang memiliki kadar antioksidan tertinggi secara konsisten, serta memiliki kadar polifenol lebih tinggi dibandingkan buah lainnya. Kadar polifenol pada kakao 20x lebih tinggi dari tomat, 2x lebih tinggi dari bawang putih, dan lebih dari 3x lebih tinggi dari anggur. Lebih dari 10% kandungan bubuk kakao adalah flavonoid. Flavonoid dalam cokelat, terutama catechin dan epicatechin, terdapat pada molekul panjang. Umumnya pada kebanyakan makanan, catechin terdapat pada molekul pendek, Karakter struktur ini mewakili sifat dasar molekularnya baik sebagai pemulung radikal bebas maupun antioksidan pengikat logam berat.

Flavonoid dapat dibagi berdasarkan strukturnya menjadi antosianin, flavon, flavonol, dan flavanol. Kandungan flavanol yang tinggi pada kokoa terbukti secara klinis bermanfaat untuk fungsi kardiovaskular. Konsumsi flavanol dalam jangka pendek dapat mendilatasi pembuluh darah, dan jangka panjangnya dapat bermanfaat sebagai antioksidan. Namun untuk mendapatkan kandungan flavanol yang tinggi, harus menggunakan metode ektraksi yang tepat.

Kebanyakan kakao melalui tahap fermentasi, yang menyebabkan flavonoid pada kakao mengalami kondisi panas dan asam. Suhu olahan yang tinggi, proses alkali, dan waktu pengolahan yang panjang mengurangi kadar polifenol dalam kakao. Akibatnya pengolahan kakao pada cokelat konvensional mengakibatkan 60% total flavonoid hilang, sehingga pada cokelat konvensional hanya terdapat 0,5-1,5% flavanol. Semakin pahit bubuk kakao yang anda konsumsi maka semakin tinggi nilai flavonoid di dalamnya, dan yang menarik adalah fakta bahwa white chocolate tidak mengandung polifenol. Kandungan white chocolate ini yang sudah ditambahkan susu, mentega, dan gula, berpotensi menimbulkan beberapa resiko penyakit kesehatan lainnya

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan cerdas dalam memilih bahan makanan, salah satunya seperti cokelat, demi menunjang kesehatan di masa yang akan dating. Karena memiliki tubuh yang sehat dan bebas dari berbagai macam penyakit merupakan investasi berharga yang dapat anda miliki.

Anda dapat memilih bubuk kakao yang sudah mempertahankan 80% flavanol di dalamnya seperti Cocoa Flvnol. Cukup dengan mengonsumsi minimal 5 gram Cocoa Flvnol setiap hari untuk memenuhi kebutuhan flavanol harian. Cocoa Flvnol memiliki banyak manfaat untuk Kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, mengurangi resistensi insulin, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan fungsi kardiovaskular, mengurangi resiko kanker, dan baik untuk kesehatan kulit. Dengan itu, anda bisa mendapatkan produk secara eksklusif “makanan dewa” ini melalui distributor resmi www.foreverhealthyindonesia.com